Desa Laywo Jaya
Kecamatan Wawonii Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan - 74
Administrator | 17 Juli 2026 | 85 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
17 Juli 2026
85 Kali Dibaca
— Langkah nyata untuk membawa perubahan di tingkat nasional terus ditunjukkan oleh Kepala Desa Laywo Jaya, Kecamatan Wawonii Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Demi meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan, Sulham Tepamba S.H., M.H., melangkah jauh dari desanya menuju salah satu universitas terbaik bangsa untuk mengikuti program bergengsi "Kepala Desa Masuk Kampus Se-Indonesia".
Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI). Berlangsung di Kampus UI Depok mulai tanggal 13 Juni hingga 16 Juli 2026, ajang ini menjadi ruang bersua dan belajar bagi para pemimpin desa dari berbagai pelosok negeri.
Sulham tidak sendirian. Kepala Desa Laywo Jaya ini turut ambil bagian bersama sekitar 400 kepala desa lainnya dari berbagai penjuru tanah air. Mulai dari wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, hingga keterwakilan dari Indonesia Tengah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Program strategis ini dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri, Prof. Jenderal Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa peningkatan kompetensi kepala desa adalah harga mati agar mampu menghadapi tantangan pembangunan era modern melalui inovasi, tata kelola yang profesional, serta pemanfaatan teknologi digital.
Selama empat hari masa pembelajaran intensif, para kepala desa tidak hanya mendengarkan kuliah umum, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi interaktif bersama para pakar kebijakan publik, akademisi UI, dan praktisi pemerintahan.
Enam Modul Utama Pembelajaran:
* Ekonomi Sirkular
* Administrasi Digital Desa
* Pemetaan Potensi Ekonomi Desa
* Penentuan Prioritas Program Desa
* Inovasi Desa
* Validasi Potensi Desa
Menariknya, program ini menerapkan standar akademis yang ketat. Setiap modul yang selesai diajarkan langsung diakhiri dengan ujian evaluasi guna mengukur pemahaman dan keseriusan para peserta.
Bagi Sulham, kesempatan belajar langsung di Kampus UI memberikan ruang pandang dan wawasan baru yang luar biasa. Ia mengaku mendapatkan banyak bekal berharga yang siap diimplementasikan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di Desa Laywo Jaya.
"Banyak ilmu baru yang kami dapatkan, terutama mengenai ekonomi sirkular dan digitalisasi desa. Insya Allah sepulang dari kegiatan ini akan langsung kami terapkan di desa. Harapan kami, pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, transparan, dan BUMDes dapat berkembang lebih maju sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Sulham dengan optimis.
Bagi pria bergelar Magister Hukum ini, membangun desa di era sekarang harus melampaui sekadar pembangunan fisik.
"Membangun desa bukan hanya soal menciptakan infrastruktur, tetapi juga tentang membuka harapan, memperkuat kebersamaan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat," tambahnya.
Sulham menilai program ini sangat komplit dan relevan dengan kebutuhan desa saat ini karena merangkum berbagai aspek mulai dari perundang-undangan hingga kebijakan strategis.
"Alhamdulillah kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dari program ini. Walaupun intensif dalam empat hari, kami merasa bangga bisa belajar langsung di kampus, bertemu dosen-dosen, serta berdiskusi dengan kepala desa lainnya. Ilmu yang kami peroleh akan kami terapkan dan bagikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sebagai penanda komitmen dan keberhasilan melewati seluruh rangkaian ujian modul, di akhir kegiatan, seluruh peserta yang dinyatakan lulus berhak memperoleh sertifikat resmi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Universitas Indonesia. Sertifikat ini menjadi bukti formal pengakuan atas kompetensi baru yang telah mereka capai.
Melalui program "Kepala Desa Masuk Kampus Se-Indonesia" ini, diharapkan Desa Laywo Jaya bersama ratusan desa lainnya mampu bertransformasi menjadi desa percontohan baru yang dipimpin oleh kepala desa yang inovatif, adaptif, profesional, serta memiliki daya saing tinggi demi mewujudkan Indonesia yang maju dari desa.
Dari Laywo Jaya ke Kampus UI: Kades Sulham Program Penguatan Pemerintahan Desa.
— Langkah nyata untuk membawa perubahan di tingkat nasional terus ditunjukkan oleh Kepala Desa Laywo Jaya, Kecamatan Wawonii Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Demi meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan, Sulham Tepamba S.H., M.H., melangkah jauh dari desanya menuju salah satu universitas terbaik bangsa untuk mengikuti program bergengsi "Kepala Desa Masuk Kampus Se-Indonesia".
Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI). Berlangsung di Kampus UI Depok mulai tanggal 13 Juni hingga 16 Juli 2026, ajang ini menjadi ruang bersua dan belajar bagi para pemimpin desa dari berbagai pelosok negeri.
Sulham tidak sendirian. Kepala Desa Laywo Jaya ini turut ambil bagian bersama sekitar 400 kepala desa lainnya dari berbagai penjuru tanah air. Mulai dari wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, hingga keterwakilan dari Indonesia Tengah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Program strategis ini dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri, Prof. Jenderal Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa peningkatan kompetensi kepala desa adalah harga mati agar mampu menghadapi tantangan pembangunan era modern melalui inovasi, tata kelola yang profesional, serta pemanfaatan teknologi digital.
Selama empat hari masa pembelajaran intensif, para kepala desa tidak hanya mendengarkan kuliah umum, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi interaktif bersama para pakar kebijakan publik, akademisi UI, dan praktisi pemerintahan.
Enam Modul Utama Pembelajaran:
* Ekonomi Sirkular
* Administrasi Digital Desa
* Pemetaan Potensi Ekonomi Desa
* Penentuan Prioritas Program Desa
* Inovasi Desa
* Validasi Potensi Desa
Menariknya, program ini menerapkan standar akademis yang ketat. Setiap modul yang selesai diajarkan langsung diakhiri dengan ujian evaluasi guna mengukur pemahaman dan keseriusan para peserta.
Bagi Sulham, kesempatan belajar langsung di Kampus UI memberikan ruang pandang dan wawasan baru yang luar biasa. Ia mengaku mendapatkan banyak bekal berharga yang siap diimplementasikan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di Desa Laywo Jaya.
"Banyak ilmu baru yang kami dapatkan, terutama mengenai ekonomi sirkular dan digitalisasi desa. Insya Allah sepulang dari kegiatan ini akan langsung kami terapkan di desa. Harapan kami, pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, transparan, dan BUMDes dapat berkembang lebih maju sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Sulham dengan optimis.
Bagi pria bergelar Magister Hukum ini, membangun desa di era sekarang harus melampaui sekadar pembangunan fisik.
"Membangun desa bukan hanya soal menciptakan infrastruktur, tetapi juga tentang membuka harapan, memperkuat kebersamaan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat," tambahnya.
Sulham menilai program ini sangat komplit dan relevan dengan kebutuhan desa saat ini karena merangkum berbagai aspek mulai dari perundang-undangan hingga kebijakan strategis.
"Alhamdulillah kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dari program ini. Walaupun intensif dalam empat hari, kami merasa bangga bisa belajar langsung di kampus, bertemu dosen-dosen, serta berdiskusi dengan kepala desa lainnya. Ilmu yang kami peroleh akan kami terapkan dan bagikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sebagai penanda komitmen dan keberhasilan melewati seluruh rangkaian ujian modul, di akhir kegiatan, seluruh peserta yang dinyatakan lulus berhak memperoleh sertifikat resmi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Universitas Indonesia. Sertifikat ini menjadi bukti formal pengakuan atas kompetensi baru yang telah mereka capai.
Melalui program "Kepala Desa Masuk Kampus Se-Indonesia" ini, diharapkan Desa Laywo Jaya bersama ratusan desa lainnya mampu bertransformasi menjadi desa percontohan baru yang dipimpin oleh kepala desa yang inovatif, adaptif, profesional, serta memiliki daya saing tinggi demi mewujudkan Indonesia yang maju dari desa.
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
128
Populasi
131
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
259
128
Laki-laki
131
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
259
TOTAL
Aparatur Desa
Kepala Desa
SULHAM, SH.,MH.,N.LP
Sekretaris Desa
ARISMAN
Kasi Pemerintahan
HAERUDDIN
Kasi Kesejahteraan
SUHARNI
Kasi Pelayanan
ROSNAH
Kaur Perencanaan
AHYAR
Kaur Keuangan
MOHAMMAD YAMIN
Kaur Tata Usaha dan Umum
AMAL HUDA S.IP
Kepala Dusun I
ASRI
Kepala Dusun II
MUHAMMAD SIDRAT
Kepala Dusun III
ERA FAZIRA
Desa Laywo Jaya
Kecamatan Wawonii Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan, 74
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
RADIO RRI Kendari SULTRA
Jam Kerja
| Hari | Mulai | Selesai |
|---|---|---|
| Senin | 08:00:00 | 14:00:00 |
| Selasa | 08:00:00 | 14:00:00 |
| Rabu | 08:00:00 | 14:00:00 |
| Kamis | 08:00:00 | 14:00:00 |
| Jumat | 08:00:00 | 12:00:00 |
| Sabtu | Libur | |
| Minggu | Libur | |
Menu Kategori
Arsip Artikel
669 Kali
Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo dari Para Kepala Desa dan Perangkat Desa
397 Kali
Mahsisswa KKA UM Kendari Paparkan Program Kerja Kepada Pemerintah Desa Laywo Jaya
351 Kali
Organisasi Desa Kompak Akan Temui Purbaya, Protes Keluarnya PMK 81 yang Bikin Resah
343 Kali
Jika Kepala Daerah Dipilih oleh Kepala Desa: Sebuah Alternatif Demokrasi
225 Kali
Pemdes Laywo Jaya Gelar Musdes RKPDes 2026, Fokus Penguatan Ketahanan Pangan dan Koprasi Merah Putih
203 Kali
Dana Desa 2027 Direncanakan Naik Menjadi Rp77 Triliun, antara Harapan dan Realitas Kewenangan Desa
198 Kali
Laywo Jaya Ukir Prestasi di Expo Desa Konawe Kepulauan 2026, Borong Dua Penghargaan Bergengsi
17 Kali
Musdes RKPDes 2027 Desa Laywo Jaya : Program Tertunda Jadi Prioritas
35 Kali
SEHATI Hadir, Desa Maju dan Berkembang Berpeluang Mendapat Dukungan hingga Rp2,5 Miliar
203 Kali
Dana Desa 2027 Direncanakan Naik Menjadi Rp77 Triliun, antara Harapan dan Realitas Kewenangan Desa
84 Kali
Kades Sulham Ikuti Program Kades Masuk Kampus Sebagai Upaya Penguatan Pemerintahan Desa
198 Kali
Laywo Jaya Ukir Prestasi di Expo Desa Konawe Kepulauan 2026, Borong Dua Penghargaan Bergengsi
53 Kali
Harmoni Kewenangan dan Kontinuitas Norma: Refleksi Hermeneutis atas Surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor B-1391/F/Fjp/04/2026 terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026
169 Kali
Reses Sidang I 2026, Sa'dillah Anggota DPRD Konkep Dapil II Serap Aspirasi Warga Desa Laywo Jaya
Agenda
Belum ada agenda terdata
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 80 |
| Kemarin | : | 42 |
| Total | : | 19,371 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.11 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Jam Kerja
| Hari | Mulai | Selesai |
|---|---|---|
| Senin | 08:00:00 | 14:00:00 |
| Selasa | 08:00:00 | 14:00:00 |
| Rabu | 08:00:00 | 14:00:00 |
| Kamis | 08:00:00 | 14:00:00 |
| Jumat | 08:00:00 | 12:00:00 |
| Sabtu | Libur | |
| Minggu | Libur | |

Kirim Komentar